4 Mata dengan Psikolog PAMA #2

4 Mata dengan Psikolog PAMA #2

         Hari selasa sehari setelah Psikotest PT. PAMA , saya dijadwalkan untuk mengikuti proses seleksi berikutnya, interview 4 Mata dengan Psikolog PAMA #2. Beruntung saya peserta yang mengikuti interview psikolog sehari setelah psikotest, jadi saya bisa bertanya pada temendekat yang sudah diinterview duluan. Pada malam harinya saya sudah mempersiapkan jawaban yang akan saya berikan kepada psikolog. Mungkin masih takut tersaingi atau bagaimana, kadang temendekat kalian tidak ingin memberitahu semua yang ditanyakan, mungkin ketika kalian tanya, “tadi interview yang ditanyain apa aja?”, biasanya jawaban mereka “ya seperti biasa”, “kegiatan dikampus ngapain aja” dan jawaban umum lainnya, mereka tidak menyebutkan secara spesifik apa yang ditanyakan. Tapi saya beruntung punya temendekat yang tidak takut tersaingi, karena rejeki sudah ada bagiannya masing-masing, sebanyak apapun kamu berbagi, kalau itu rejekimu ya kamu dapat, kalau tidak, ya cari lagi yang lain, dan kemanapun kamu pergi rejeki itu selalu mengikuti.

http://www.apbi-icma.org/

            Sebelum jam 8 saya sudah sampai didepan ruangan di gedung LPPM. Saya mendapat giliran kedua untuk interview, jadi sebelum interview saya ditempatkan di sebelah ruangan bersama 3 orang lainnya yang mendapat jadwal interview hari ini. Baru aja sedikit ngobrol sebentar dengan temen diruangan itu, saya sudah dipanggil. Sedikit grogi, karena memang baru pertama kali setelah lulus diinterview oleh psikolog. Interviewer-nya perempuan dan umurnya jauh diatas saya. saya letakkan tas dibawah, dan kemudian saya duduk.

           Interview dibuka dengan perkenalan, kegiatan apa saja yang kamu lakukan dikampus, prestasi apa saja, untuk nilai Indeks Prestasi tidak begitu dibahas, yang paling penting disini gimana caranya kamu bisa menarik interviewer untuk terbawa dengan jawabanmu, yang pasti dalam tes ini kamu pasti banyak ceritanya. biasanya psikolog akan mengejar dari jawabanmu yang pertama kamu ucapkan, misalnya “organisasi apa yang kamu ikuti ?”, “kamu disana sebagai apa”, “pernah mengalami masalah ?”, “bagaimana pemecahannya? “, dan terus sampai psikolog merasa puas oleh jawabanmu. Oiya, ketika interview sebisa mungkin hindari untuk menjelek-kelekkan orang lain ketika kamu menceritakan tentang pengalamanmu. Setelah kamu ditanya tentang latar belakangmu, terakhir kamu akan ditanya tentang kesiapanmu apabila kalian apabila ditempatkan di-site, karena ketika kalian di-site, katanya serba terbatas. Sebenarnya kalian sudah diberitau ketika seminar bagaimana lingkungan kerja disana, dan bagaimana sistem kerja, dan sistem kontrak disana. Untuk kontraknya 1 tahun dulu, kalau kalian dinilai baik dalam 1 tahun itu nanti kalian akan di perpanjang, untuk sistem kerjanya 2 bulan kerja 2 minggu off, dan gaji kalian itu sudah tanpa potongan seperti biaya tinggal, makan dan lain-lain. Setelah saya browsing, katanya sih kalau lulusan Perguruan Tinggi, uang yang akan kamu kamu terima sekitar dua digit, 1x.xxx.xxx (kira-kira). Tapi jangan diliat nilai uangnya, karena saya juga diberitahu katanya banyak pekerja baru, yang “melarikan diri” dari site, tentang tekanan yang tinggi, kondisi lapangan  yang panas, atau ga kuat jauh-jauh dari kota. karena memang disana serba terbatas, dan katanya yang paling tidak bisa dipisahkan dari anak-anak jaman sekarang adalah koneksi internet, kalau tidak ada koneksi internet katanya sudah tidak ada sinyal, padahal ya masih ada, kan masih bisa untuk telepon dan sms. Waktu itu saya jawab ya sesuai diri saya sendiri, saya tidak ketergantungan dengan koneksi internet, dan hp. Karena saya juga tidak selalu buka hp, bahkan dulu saya pernah harus mengulang satu mata kuliah, karena lupa tidak mengikuti UAS. karena waktu itu posisi hp saya mati, dan setelah saya nyalakan banyak banget sms dari temendekat yang mengingatkan, ya memang waktunya saya untuk mengulang. Tapi saya orangnya juga tidak mau ketinggalan  informasi dan inovasi tentang teknologi, hehe.

https://www.youtube.com/channel/UC1KmNKYC1l0stjctkGswl6g

          Interview sekitar 20-30 menitan, setelah keluar dari ruangan, saya baru sadar kalau jaket saya belum saya lepas ketika interview, dari sini saya sudah sedikit berfikir, mungkin saya tidak diterima karena saya kurang sopan dengan penampilan saya.  setelah interview psikolog hati rasanya sudah bebas, plong dan seperti biasa, setelah interview pasti kalian ditanya sama temen, tadi interview ditanya apa aja ? bisa jawab semua ga ? trus kapan diumumkan untuk ke tahap selanjutnya. Untuk tahap selanjutnya bagi yang lolos akan ditelpon oleh pihak PAMA untuk mengikuti interview user 2 minggu setelah interview psikolog.

            Seminggu lewat, dua minggu lewat, tanya ke teman-teman juga tidak ada yang dapat telpon ataupun sms, jadi ya saya juga menyimpulkan kalau saya dan temendekat saya tidak lolos untuk tahap selanjutnya. Mungkin memang bukan rejeki saya dan temen-temen di PAMA, akhirnya kami melamar di beberapa perusahaan di bulan September, Oktober, dan November. Setelah memasukkan banyak lamaran dibanyak perusahaan, mungkin sekitar 50an CV kami masukkan, karena dibulan-bulan ini banyak sekali jobfair baik dari pemerintah BLK, maupun, Perguruan Tinggi. Alhamdulillah beberapa dari kami sudah diterima dibeberapa perusahaan yang bisa dikatakan lumayan besar, kebanyakan bekerja di Consumer Goods termasuk saya. Kami juga sudah tidak berharap lebih untuk bisa bekerja di PAMA.

         Desember minggu kedua, saya sudah bekerja sekitar 3 minggu. Kebetulan waktu itu saya sedang ada dilapangan dan hp saya sedang dikantor, jadi saya tidak tahu kalau ternyata ada telpon dari nomer jakarta 021-4610625 sebanyak 3x. Saya coba hubungi lagi nomernya, dan ternyata ketika saya telpon ” Selamat Datang Di PT. Pamapersada Nusantara, tekan 1 bla…bla…bla… ” .

 

HudanAchmad

Jagalah semangatmu agar tetap ada, bersungguh-sungguh, jangan mudah menyerah, bergunalah bagi orang lain. tech addict, family addict, suka memotivasi diri sendiri dengan bicara sendiri, on progress "mempelajari setiap langkah kehidupan"

Post Comment