Bubur Tinutukan, Penghangat Udara Minahasa

       Pertama kalinya keluar dari Pulau Jawa, ya ini ke Pulau Sulawesi pasnya sih di kota Minahasa. Suasananya hampir sama seperti di Malang, dingin sejuk, hanya saja kalau di Minahasa banyak sekali anjing yang kadang buat takut buat jalan jalan kemana mana, hehe. Nah, udara dingin enaknya minum makanan yang hangat hangat. Mungkin kalau di Jawa paling enak ya minum Ronde/Angsle. Nah kalau disini ada Bubur Tinutukan. Berbeda dengan pulau Jawa, biasanya kalau bubur asin ya pasti bubur ayam dengan kuah soto ataupun kare disajikan selagi hangat, dan biasanya dijualnya pagi-pagi , ya kan ? Nah kalau disini buburnya pagi ada malam ada. Bubur ini mungkin ada setiap saat selagi warungya buka, soalnya buburnya itu baru dimasak ketika kita pesan, ya semacam kalau kita pesan nasi goreng.

Pelengkap Bubur Tinutukan

Buah Waluh, Bubur Tinutukan

      Berdasarkan analisa saya hehe, bubur ini isinya adalah sayur sayuran ( bayam, gedi, kangkung ) dengan diberikan buah waluh ( waluh yang biasanya untuk kolak ) makanya warna kuahnya berwarna kuning, nasinya tidak begitu banyak, ditambahkan lagi mie, dan dengan topping bawang goreng, dimakan sedikit sedikit selagi hangat. Wuih rasanya ? Nikmat. Rasanya asin kalau menurut saya rasanya hampir sama seperti nasi goreng hanya saja ada kuahnya yang nikmat, apalagi ada tambahan tahu dan krupuk, mantap. harganya juga ga begitu mahal. Untuk di Minahasa ini mencari bubur nya tidak begitu sulit kok, rata-rata warung berjualan. Hanya saja bagi yang muslim harus berhati-hati memilih warung, karena hanya beberapa warung saja yang menyediakan menu halal disini.

      Jadi kalau temendekat ke Manado atau Minahasa jangan lupa coba Bubur Tinutukan makan selagi hangat, nikmati selagi bisa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.